Review
PENCEGAHAN PSIKOPATOLOGI PADA ANAK DAN REMAJA MELALUI INTERVENSI KESEHATAN
MENTAL BERBASIS SEKOLAH: REVIEW LITERATUR
[ teks asli dapat dilihat pada: https://jurnal.uns.ac.id ]
[ teks asli dapat dilihat pada: https://jurnal.uns.ac.id ]
_________
R0219013 ANINDA NUZULLATIFAH Mahasiswa Angkatan 2019 Program Studi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( https://d4k3.fk.uns.ac.id
), Fakultas Kedokteran ( https://fk.uns.ac.id
), Universitas Sebelas Maret ( https://uns.ac.id
)
_________
A. Latar Belakang
Masa transisi dari anak kepada masa pubertas atau remaja rentan menjadi
penyebab masalah kesehatan mental bahkan psikopatologi (Schulenberg, Sameroff,
& Ciccetti, 2004). Beberapa data menunjukan bahwa sebagain besar masalah
kesehatan mental dimulai pada masa remaja, yang mana 50% pada usia 14 tahun
(Knopf, Park, & Mulye, 2008).
Gangguan mental yang paling banyak dialami oleh remaja adalah berupa
kecemasan, depresi, dan gangguan depresi atau bisa disebut conduct disorder.
Kesemasan merupakan gangguan yang sangat umum terjadi (31,9%), kemudian diikut gangguan perilaku ( 19,1%), adapun gangguan
depresi atau gangguan mood sebesar 14,3% (Merikanges, dkk, 2010).
Di Indonesia belum ada data nasional mengenai epidemiologi gangguan pada
usia anak hingga remaja. Namun, ditengarai salah satu gangguan yang banyak
dialami oleh anak dan remaja di Indonesia adalah gangguan perilaku atau conduct
disorder. Survei menyebutkan bahwa prevelensi conduct disorder pada
remaja di Jakarta mencapai 26,1% (Dewi, dkk, 2015).
Fokus masalah psikologi yang menjadi sorotan pada usia anak dan remaja yang
mana merupakan usia sekolah adalah masalah sosial emosional, terutama masalah
kecemasan dan depresi. Oleh karenanya pendidikan mental berbasis sekolah perlu
dilakukan.
Artikel yang berjudul Pencegahan Psikopatologi Pada Anak Dan Remaja Melalui
Intervensi Kesehatan Mental Berbasis Sekolah: Review Literatur ( https://jurnal.uns.ac.id ) yang ditulis
oleh Usmi Karyani dan Subandi, merupakan studi literatur yag dilakukan secara
sistematis untuk memetakan penelitian-penelitian tentang efektivitas intervensi
kesehatan mental berbasis sekolah untuk mengatasi masalah psikoatologi pada
anak dan remaja.
B. Tujuan Atikel Ilmiah
Dengan mempertimbangkan tingginya intervensi gangguan mental pada anak dan
remaja maka sekolah direkomendasikan sebagai tempat untuk promosi program-program
intervensi kesehatan mental atau lebih dikenal intervensi berbasis sekolah,
salah satunya adalah intervensi intervensi whole school atau biasa
disebut intevensi universal. Intervensi ini secara umum memiliki tiga
tujuan:
- Membangun faktor protektif (pelindung)sehingga mengurngi tingkat kerentanan yang mungkin terjadi pada anak dan remaja yang membutuhkan emecahan masalah,
- Mencegah munculnya masalahyangmungkin dapat dialami siswa yangmeliputi anak dan remaja, dan
- Menawarkan sumber daya umum bagi siswa yang berisiko mengalami gangguan mental. Hal ini dapat dijadikan sebagai rujukan bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (https://fkip.uns.ac.id ) pada umumnya dan bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling ( https://bk.fkip.uns.ac.id ) khususnya.
C. Pembahasan
Sampel penelitian ini berupa 10 artikel yang
mempunyai kriteria inklusi yang ditetapkan, yang mana 10 artikel tersebut memuat
13 studi. Karakteristik 13 sampel penelitian tercantum pada tabel 1.
[ tabel dapat dilihat pada https://jurnal.uns.ac.id ]
[ tabel dapat dilihat pada https://jurnal.uns.ac.id ]
Review terhadap 13 studi mengenau intervensi berbasis sekolah dalam menangani psikopatologi pada anak dan remaja, khususnya masalah depresi, kecemasan, dan gangguan perilaku menunjukan intervensi didominasi untuk mengatasi symtom internalisasi, yaitu depresi dan kecemasan.
Intervensi kesehatan mental berbasis sekolah lebih banyak menunjukan untuk
siswa usia 6 – 12 tahub atau usia sekolah dasar dan siswa usia 13-15 tahunatau
usia sekolah menengah pertama. Hal ini menunjukan bahwa usia yang visible untuk
mendapatkan intervensi adalah usia 6 sampai dengan 13 tahun. Dalam studi ini
intervensi untuk usia sekolah dasar hanya 1 yangefektif, yakni studi yang
dilakukan dalam penelitian Lee, dkk (2009) dengan menggunakan pendekatan
humanistik, melalui teknik konseling kelompok dan individual, dengan melibatkan
konselor sekolah sebagai fasilitator. Sedangkan yang menggunakan pendekatan cognitive
behavioral dan kognitif untuk siswa sekolah dasar terbukti tidak ada yang
efektif.
selengkapnya: https://jurnal.uns.ac.id
selengkapnya: https://jurnal.uns.ac.id
D. Simpulan
Studi literatur yang dilakukan menunjukan bahwa strategi pencegahan
psikopatologi pada anak dan remaja yang dilakukan melalui intervensi kesehatan
mental berbasis sekolah perlu mempertimbangkan hal-hal berikut.
- Untuk usia sekolah dasar, program intervensi yang menggunakan pendekatan kognitif dan cognitive behavioral, diimplementasikan oleh guru dan mahasiswa psikologi kurang efektif untuk mencegah gangguan kecemasan dan depresi. Intervens yang efektf adalah menggunakan pendekatan humanistik yang berisikonseling kelompok dan individu yang dilakukan oleh konselor sekolah yang telah dilatih.
- Untuk usia sekolah menengah, program cognitive behavioral yang dilakukan oleh guru maupun mahasiswa psikologi yang telah dilatih. Program ini efektif untuk mengatasi simtom depresi dan kecemasan.
Sumber:
Artikel oleh Usmi Karyani dan Subandi yang diunggah pada https://jurnal.uns.ac.id



Komentar
Posting Komentar